makna paskah

Perayaan ini didahului oleh peringatan Hari Wafat Yesus Kristus, yang juga disebut Hari Jumat Agung, tanggal 14 April 2006. Kedua hari raya itu berturutan dan berkaitan, menyatu dan tak terpisahkan. Bersama-sama, keduanya membawa pesan mengenai penebusan dosa, pembaruan hidup dan pengharapan, di tengah- tengah kegalauan pada masa perubahan ini.
Hari Paskah sebagai hari kebangkitan Kristus oleh gereja perdana diperingati sebagai hari peringatan terbesar, karena keyakinan bahwa kebangkitan Kristus itu peristiwa yang menentukan segala-galanya. Kesengsaraan Kristus, yang memuncak pada penyalibanNya, difahami sebagai pemenuhan dari lambang-lambang dalam upacara- upacara di zaman Perjanjian Lama maupun nubuat nabi-nabi.
Kedatangan Sang Mesias sebagai Juru Selamat untuk menebus dosa-dosa manusia yang mengakibatkan kematian. Yesus Kristus yang bangkit dari kematian pada Hari Paskah memproklamasikan kedatangan zaman baru, tatkala maut sudah dikalahkan dan dosa bukan lagi menjadi penguasa satu-satunya yang menakutkan. Dengan Kristus sudah bangkit, maka sesungguhnya bangkit pula harapan baru dan ada hidup baru menuju kepada kekekalan bersama Allah.
Pada malam menjelang hari penyaliban, Kristus mengajak para rasulNya memperingati Paskah sebagai suatu ”keluarga”. Dalam perjamuan malam itu Yesus memberi makna baru terhadap peringatan Paskah, yang dalam tradisi Yahudi dipahami sebagai peringatan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perhambaan Mesir oleh tangan Allah yang kuat di zaman Perjanjian Lama (Keluaran 13: 11-15).
Dalam peringatan Paskah orang-orang Yahudi dijumpai beberapa lambang, misalnya Anak Domba Paskah yang harus disembelih, darahnya diusap-usapkan di ambang-ambang pintu, sehingga malaikat maut yang mengambil nyawa anak-anak sulung melewati rumah itu, hingga anak-anak sulung Israel selamat dari kematian, (dalam bahasa Ibrani, pesakh = melewatkan).

Domba Paskah
Daging anak domba itu dimakan bersama roti tidak beragi dan sayur pahit, lambang dari kesengsaraan perhambaan di Mesir dimakan dalam keadaan bergegas-gegas karena siap berangkat menuju pembebasan, oleh pertolongan Allah sendiri. Kemudian diikuti dengan pembuatan perjanjian di Gunung Sinai antara Allah Sang Pembebas dengan umat pilihanNya.
Yesus menyiapkan para rasul untuk memahami secara baru pemenuhan makna Paskah, dalam kaitan dengan peristiwa kematianNya yang akan segera terjadi keesokan harinya. Yesus menjelaskan bahwa diriNya adalah domba Paskah yang sejati, yang membebaskan umat manusia dari perhambaan dosa. Yesus berfirman: ”Inilah tubuhKu tang diserahkan bagi kamu … Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu ..”(Luk. 22: 19b,20b)
Pembebasan Israel (Perjanjian Lama) dari perbudakan Mesir diikuti oleh pembuatan perjanjian di Gunung Sinai, ini dimateraikan dengan darah yang tercurah; demikianlah pembebasan yang baru dalam Kristus. Perjamuan malam yang ditetapkan pada saat merayakan Paskah, dikaitkan dengan perjanjian dalam darah Yesus, yang melaluinya orang-orang yang ditebus berjanji setia kepada Allah, setiap kali mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus itu.
Makna baru inilah yang terpelihara dalam tradisi gereja dalam bentuk sakramen perjamuan kudus, yang dari awal sejarah gereja menempati posisi sentral dalam kegiatan keagamaan dan peribadatan Kristen.

Hidup Baru
Selain itu, ada penjelasan teologis yang lebih luas mengenai Paskah: Pertama, Kristus dalam kematianNya digambarkan ”sebagai Anak Domba Paskah kita, yang telah disembelih”. Ini nampaknya mengingatkan pada upacara penyembelihan anak-anak domba untuk dipergunakan dalam peringatan Paskah itu. Dalam Injil Yohanes tersimpan tradisi ingatan bahwa saat Kristus mati di kayu salib, itulah saat anak-anak domba disembelih untuk peringatan Paskah di Bait Allah. Hal ini juga mengacu pada pemahaman mengenai ”kuasa dari darah yang tercurah”.
Perlu dicatat bahwa Surat Ibrani, berbeda dari yang lainnya, menafsirkan kematian Kristus dalam kaitan dengan Hari Raya Pendamaian Kedua, dalam merayakan Paskah, daging anak domba Paskah dimakan bersama roti tidak beragi dan sayur pahit. Setiap keluarga secara saksama menjaga agar ragi dijauhkan dari adonan roti sebelum dibakar.
Hal ini dipergunakan sebagai lambang bagi hidup baru yang dimiliki oleh orang-orang Kristen, yang telah meninggalkan gaya hidup lama, lalu dengan sukacita menerima hidup baru dalarr Kristus.
Upacara kurban berupa penyerahan buah sulung panenan yang dirayakan bersamaan dengan perayaan Paskah di Bait Allah, dikaitkan dengan pentingnya kebangkitan Kristus. Sama seperti pengumpulan buah sulung panenan dan mempersembahkannya sebagai kurban, dan bahwa semua panenan akan dituai, maka demikianlah kebangkitan Kristus merupakan janji bahwa semua manusia akan dibangkitkan (I Korrintus 5:22)

Ada Pengharapan
Lalu apa makna itu semua untuk situasi kita saat ini? Kita masih berada di era reformasi pasca Orde Baru. Dalam periode ini, ada kesenjangan yang menganga lebar antara cita-cita dengan kenyataan. Kekuatan-kekuatan membangun masih harus terus bertarung dengan kekuatan-kekuatan yang merusak, sehingga perbaikan-perbaikan terhadap kesalahan dan kelemahan yang terjadi sebelumnya, tidak serta merta terjadi.
Ambil contoh misalnya masalah korupsi dalam arti luas. Betapa sukarnya memperbaiki mental buruk yang berakar dari keserakahan manusia. Penyakit moral ini telah menjangkiti begitu banyak orang, yang tersebar rata di semua jajaran; tidak hanya di kalangan eksekutif tetapi juga di kalangan legislatif (termasuk partai-partai politik), maupun yudikatif.
Kita sepakat, jikalau penyakit moral ini tidak dapat diatasi, semua usaha perbaikan tidak bakal berhasil. Rakyat banyak tetap tidak akan merasakan perbaikan nasib sebagai hasil reformasi, dan sepertinya ada kekuatan kejahatan yang demikian merajalela, dan sangat sulit dikalahkan.
Ingat, Paskah memancarkan pesan bahwa dosa dan maut telah dikalahkan oleh Sang Juru Selamat yang memiliki kuasa ilahi, melalui kebangkitanNya dari lubang kubur. Kita membutuhkan kekuatan dari Tuhan untuk ikut berproses dalam perubahan yang membawa pembaruan. Tidak sepatutnya kita putus asa melihat situasi ini, karena di dalam Kristus Sang Kebangkitan, pengharapan akan kemenangan kebaikan itu mempunyai dasar yang kokoh.. Paskah adalah fajar pengharapan. Selamat Paskah

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s